Rabu, 06 November 2013

maksud dan tujuan k3



Maksud dan Tujuan K3

Tujuan utama k3 adalah mencegah, mengurangi bahkan menghilangkan resiko kecelakaan kerja (zero accident)
Maksud utama dibutuhkannya k3 adalah untuk mencegah terjadinya cacat/kematian pada tenaga kerja, mencegah kerusakan tempat dan peralatan kerja, mencegah pencemaran lingkungan dan masyarakat disekitar tempat kerja, dan norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yg menciptakam dan memelihara derajat kesehatan kerja

Menurut Mangkunegara (2002, p.165) bahwa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:
a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.
b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.
c. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.
e. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.
g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja

Penyebab Dan Pencegahan Kecelakaan Kerja

  • Defenisi Kecelakaan Kerja menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor: 03/Men/1998 adalah   suatu kejadian yang tidak dikehendaki  dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan  korban jiwa dan harta benda.
  • Menurut Foressman Kecelakaan Kerja adalah terjadinya suatu kejadian akibat kontak antara ernegi yang berlebihan (agent) secara acut dengan tubuh yang menyebabkan kerusakan jaringan/organ atau fungsi faali.
  • Sedangkan defenisi yang dikemukakan oleh Frank E. Bird Jr. kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki, dapat mengakibatkan kerugian jiwa serta kerusakan harta benda dan biasanya terjadi sebagai akibat dari adanya kontak dengan sumber energi yang melebihi ambang batas atau struktur.
  • Kecelakaan kerja (accindent) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak di inginkan yang merugikan terhadap manusia, merusakan harta benda atau kerugian proses (Sugandi, 2003)
  • Word Health Organization (WHO) mendefinisikan kecelakaan sebagai suatu kejadian yang tidak dapat dipersiapkan penanggulangan sebelumnya, sehingga menghasilkan cidera yang riil

Secara umum Kecelakaan kerja di bagi menjadi dua golongan.

  • Kecelakaan industri (Industrial Accident) yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja karena adanya sumber bahaya atau bahaya kerja.
  • Kecelakaan dalam perjalanan (Community Accident) yaitu kecelakaan yang terjadi di luar tempat kerja yang berkaitan dengan adanya hubungan kerja

Beberapa teori tentang penyebab Kecelakaan Kerja. 
  •  
Teori kebetulan murni ( pure chance   theory) mengatakan bahwa kecelakaan terjadi atasKehendak Tuhan, secara alami dan kebetulan saja kejadiannya, sehinggatak adapola yang jelas dalam rangkaian peristiwanya.
  •  
Teori Kecenderungan (Accident Prone Theory), teori ini mengatakan pekerja tertentu lebih sering tertimpa kecelakaan, karena sifat-sifat pribadinya yang memang cenderung untuk mengalami kecelakaan.
  •  
Teori tiga faktor Utama (There Main Factor Theory), mengatakan bahwa penyeba kecelakaan adalah peralatan, lingkungan kerja, dan pekerja itu sendiri.
  •  
Teori Dua Factor (Twa Factor Theory), mengatakan bahwa kecelakaan kerja disebabkan oleh kondisi berbahaya (unsafe condition) dan perbuatan berbahaya (unsafe action)
  •  
Teori Faktor manusia (human fctor theory), menekankan bahwa pd akhirnya semua kecelakaan kerja, langsung dan tdk langsung disebabkan kesalahan manusia.

Teori Analisa kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja


Teori Faktor Manusia (Human Factor Theory), Teori ini menganggap bahwa semua kejadian kecelakaan di   sebabkan oleh manusia (Humam error). Kesalahan yang dilakukan berupa :


·  Work over loaded. Yang di maksud Work over loaded di sini adalah penjumlahan tugas yang harus dilaksanakan, lingkungan kerja, faktor internal (stress, emosi, perilaku)& faktor eksternal (instruksi tidak jelas, kompensasi)
·  Aktifitas yg tidak tepat (inappropriate activities)
-  salah dlm menilaibesarnya resiko
-  tidak ada training untuk pekerja

·  Reaksi yang tidak tepat (inappropriate respons),
-  Sikap mengabaikan standar keselamatan
-  Tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
-  Mengabaikan petunjuk kerja.
Berdasarkan konsepsi sebab kecelakaan tersebut diatas, maka ditinjau dari sudut keselamatan kerja unsur-unsur penyebab kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu :
  • Manusia
  • Manajemen (Unsur Pengatur)
  • Material (Bahan - bahan)
  • Mesin (Peralatan)
  • Medan (Tempat Kerja/Lingkungan Kerja)
Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu sistem tersendiri. Ketimpangan pada salah satu atau lebih unsur tersebut akan menimbulkan kecelakaan / kerugian. Berikut contoh bentuk-bentuk ketimpangan unsur 5M tersebut.
Unsur Manusia, antara lain :
» Tidak adanya unsur keharmonisan antar tenaga kerja maupun dengan pimpinan.
» Kurangya pengetahuan / keterampilan.
» ketidakmampuan fisik / mental.
» Kurangnya motivasi.

  Unsur Manajemen, antara lain :
      » Kurang pengawasan.
      » Struktur organisasi yang tidak jelas dan kurang tepat.
      » Kesalahan prosedur operasi.
      » Kesalahan pembinaan pekerja.


  Unsur Material, antara lain :
       » Adanya bahan beracun / mudah terbakar.
       » Adanya bahan yang mengandung korosif.

 Unsur Mesin, antara lain :
      » Cacat pada waktu proses pembuatan.
      » Kerusakan karena pengolahan.
            » Kesalahan perencanaan


Unsur Medan, antara lain :
      » Penerangan tidak tepat ( silau atau gelap ).
      » Ventilasi buruk dan housekeeping yang jelek.
PENCEGAHAN KECELAKAAN
Tujuan Umum K3 sesuai gdn UU No.1 th 1970 adalah :
  1. Melindungi tenaga kerja di tempat kerja agar selalu terjamin keselamatan dan kesehatannya sehingga dpt diwujudkan peningkatan produksi dan produktifitas kerja.
  2. Melindungi setiap orang lain yg berada di tempat kerja yg selalu dlm keadaan selamat dan sehat
  3. Melinduungi bahan dan peralatan produksi agar di capai secara aman dan efisien.
Berdasarkan uraian diatas, maka kecelakaan terjadi karena adanya ketimpangan dalam unsur 5M, yang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yang saling terkait, yaitu :
  • Manusia
  • Perangkat Keras 
  • Perangkat Lunak
Oleh karena itu dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kecelakaan adalah dengan pendekatan kepada ketiga unsur kelompok tersebut, yaitu :

3.     Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat lunak, harus melibatkan seluruh level manajemen, antara lain :
a. Penyebaran, pelaksanaan dan pengawasan dari safety policy.
b. Penentuan struktur pelimpahan wewenang dan pembagian tanggung jawab.
c. Penentuan pelaksanaan pengawasan, melaksanakan dan mengawasi sistem/prosedur kerja yang benar.
d. Pembuatan sistem pengendalian bahaya.
e. Perencanaan sistem pemeliharaan, penempatan dan pembinaan pekerja yang terpadu.
f. Penggunaan standard/code yang dapat diandalkan.
g. Pembuatan sistem pemantauan untuk mengetahui ketimpangan yang ada.
2.     Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat keras, antara lain :
a.     Perancangan, pembangunan, pengendalian, modifikasi, peralatan kilang, mesin-mesin harus memperhitungkan keselamatan kerja.
b.     Pengelolaan penimbunan, pengeluaran, penyaluran, pengangkutan, penyusunan, penyimpanan dan penggunaan bahan produksi secara tepat sesuai dengan standar keselamatan kerja yang berlaku.
c.     Pemeliharaan tempat kerja tetap bersih dan aman untuk pekerja.
d.     Pembuangan sisa produksi dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan.
e.     Perencanaan lingkungan kerja sesuai dengan kemampuan manusia.
1.     Pendekatan terhadap kelemahan pada unsur manusia, antara lain :
a. Pemilihan / penempatan pegawai secara tepat agar diperoleh keserasian antara bakat dan kemampuan fisik pekerja dengan tugasnya.
b. Pembinaan pengetahuan dan keterampilan melalui training yang relevan dengan pekerjaannya.
c. Pembinaan motivasi agar tenaga kerja bersikap dan bertndak sesuai dengan keperluan perusahaan.
d. Pengarahan penyaluran instruksi dan informasi yang lengkap dan jelas.
e. Pengawasan dan disiplin yang wajar.

Pengenalan potensi bahaya di tempat kerja merupakan dasar untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tenaga kerja, serta dapat dipergunakan untuk mengadakan upaya-upaya pengendalian dalam rangka pencegahan penyakit akibat kerja yagmungkin terjadi. Secara umum, potensi bahaya lingkungan kerja dapat berasal atau bersumbe
Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.

 Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU No:23 Th 1992::Kesehatan).

Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubung dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui. (UU No3 Th 1992 :Jamsostek)
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan & proses pengolahannya, landasan tempat kerja & lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan.

Jenis Jenis Mesin Perkakas/Produksi


Mesin-mesin perkakas berikut ini merupakan mesin yang biasanya digunakan pada Perbengkelan,
Industri, sekolah menengah kejuruan (SMK) Mahasiswa Teknik Mesin dan kalangan umum.
Mesin-mesin produksi/perkakas ini digunakan untuk memproduksi dan mempabrikasi suatu jenis
barang baru. Umumnya benda kerja yang dikerjakan ialah baja dan logam lainnya.

Berikut beberapa mesin produksi/perkakas yang umum digunakan di Industri,Perbengkelan, Sekolah
dan Universitas.

1. Mesin Bubut
    
    Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang umumnya digunakan untuk memotong benda
    yang berputar, membuat lubang, dsb.

    Proses pembubutan/pemakanan dilakukan dengan memutar benda kerja dan kemudian dikenakan
    pada pahat sehingga terjadi penyayatan. Mesin bubut terdiri dari berbagai ukuran, bentuk dan
    kapasitas mesin.

2. Mesin Frais (Milling Machine)
    Mesin frais merupakan mesin perkakas yang memiliki banyak fungsi diantaranya untuk meratakan
    permukaan, pengeboran, membuat alur, membuat siku, dsb. Ini diakibatkan mesin frais memiliki
    banyak jenis pisau/cutter sesuai dengan benda yang dikerjakan.
    Umumnya mesin frais terdiri dari mesin faris Horizontal, Vertikal dan Universal dan setiap jenis mesin
    ini memiliki jenisnya lagi.

3. Mesin Sekrap
    Mesin sekrap merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk meratakan suatu permukaan,
    membuat alur dengan menyayatkan pisau/pahat sekrap pada permukaan benda kerja.
    Proses kerjanya ialah dengan mengikatkan benda kerja pada pada plat penjepit kemudian pisau
    akan bergerak maju-mundur menyayat benda kerja.

4. Mesin Bor

    Mesin bor merupakan mesin perkakas yang berfungsi membuat suatu lubang dan memperbesar
    lubang. Mesin bor umunya terdiri dari mesin bor meja, bor lantai, bor radial, bor kordinat dan
    bor tangan.

5. CNC
    Computer Numeral Control (CNC) merupakan mesin perkakas dengan sistem otomasi yang
   dioperasikan menggunakan program komputer yang telah disimpan di media penyimpanan(komputer)

6. Mesin Gerinda
    
    Mesin gerinda merupakan mesin perkakas yang umumnya digunakan untuk meratakan, mengasah  
    (pisau/mata bor, pahat dsb.) menajamkan dan memotong benda kerja. Mesin gerinda umumnya
    terdiri dari berbagai jenis dan ukuran diantaranya gerinda potong, gerinda tangan, gerinda pahat dll.

7. Mesin Gergaji
           
    Mesin gergaji merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda kerja, umumnya
    benda kerja yang dipotong adalah benda kerja yang cukup besar yang membutuhkan tenaga besar.
    Mesin gergaji terdiri dari berbagai jenis dan ukuran tergantung kebutuhan.
8. Mesin Potong
    
    Mesin potong merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk memotong plat-palat baja.
    Umumnya plat yang dapat dipotong adalah plat dengan ketebalan 1-5mm namun mesin potong
    yang besar mampu memotong plat 1-20mm atau lebih tergantung ukuran mesin dan kemampuannya.
 
9. Mesin Lipat Plat
     
    Mesin lipat merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk melipat (menekuk) plat-plat baja
    dengan sudut-sudut tertentu. Mesin ini sebenarnya hanya menggunakan tenaga manusia untuk
    melipat plat-plat baja dengan menarik tuas-tuas(handle).

10. Mesin Press
       
       Mesin press merupakan mesin perkakas yang berfungsi untuk pengepresaan(menekan) bagian
       plat, bearing, AS yang tidak rata menjadi rata. Mesin press juga digunakan untuk memadatkan
       suatu tumpukan. Mesin press terdiri dari berbagai jenis dan ukuran tergantung bahan apa yang
       akan di press.

11. Mesin Las
 
     Mesin las banyak digunakan pada perbengkelan khususnya bengkel las, mesin las umumnya
     digunakan untuk menyambung logam, memotong logam dsb. Mesin las terdiri dari berbagai
     jenis antara lain las listrik, las karbit, las astelin, las titik, las potong dll.

 

 

BAHAYA PENGELASAN SECARA UMUM DAN PENGENDALIANNYA


BAHAYA PENGELASAN SECARA UMUM
DAN PENGENDALIANNYA


Bahaya pengelasan dapat terjadi dalam berbagai situasi yang mungkin berbeda. Menurut CAN/ CSA W 117.2-M87 Safety in Welding, Cutting, and Allied Processes bahaya secara umum dapat dibedakan berdasarkan proses pengelasannya. Namun secara umum bahaya dapat dibedakan menjadi bahaya karena sifat pekerjaannya seperti operasi mesin, shok karena listrik, api/ panas (terbakar), radiasi busur las, fume, bising juga karena kendaraan/ alat angkat serta gerakan material. Disamping itu masih terdapat bahaya yang bersifat laten (tersembunyi), yang secara umum kurang menjadi perhatian juru las walaupun sebenarnya merupakan bahaya yang cukup potensial, sebagai contoh :
-          Bekerja dengan menggunakan alat yang tidak biasa dipergunakan atau bukan menjadi tanggung jawabnya.
-          Bekerja pada lingkungan yang terbatas (ruang tertutup, tangki, dll)
-          Koneksi listrik atau gas yang kurang baik,
-          Logam panas tanpa tanda, dll

2 komentar:

  1. Salam kenal. Terimakasih sudah berbagi ilmu mengenai tujuan k3 . di era sekarang ilmu ini semakin besar manfaatnya. thanks

    BalasHapus
  2. tulisan yang sangat bagus dan bermanfaat untuk saya, terimakasih gan :)
    www.sepatusafetyonline.com

    BalasHapus