Maksud
dan Tujuan K3
Tujuan
utama k3 adalah mencegah, mengurangi bahkan menghilangkan resiko kecelakaan
kerja (zero accident)
Maksud utama dibutuhkannya k3 adalah untuk mencegah terjadinya cacat/kematian pada tenaga kerja, mencegah kerusakan tempat dan peralatan kerja, mencegah pencemaran lingkungan dan masyarakat disekitar tempat kerja, dan norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yg menciptakam dan memelihara derajat kesehatan kerja
Maksud utama dibutuhkannya k3 adalah untuk mencegah terjadinya cacat/kematian pada tenaga kerja, mencegah kerusakan tempat dan peralatan kerja, mencegah pencemaran lingkungan dan masyarakat disekitar tempat kerja, dan norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yg menciptakam dan memelihara derajat kesehatan kerja
Menurut Mangkunegara (2002, p.165) bahwa tujuan dari
keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:
a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.
b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.
c. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.
e. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.
g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja
a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.
b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.
c. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.
e. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.
g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja
Penyebab Dan Pencegahan Kecelakaan Kerja
- Defenisi Kecelakaan Kerja menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor: 03/Men/1998 adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda.
- Menurut Foressman Kecelakaan Kerja adalah terjadinya suatu kejadian akibat kontak antara ernegi yang berlebihan (agent) secara acut dengan tubuh yang menyebabkan kerusakan jaringan/organ atau fungsi faali.
- Sedangkan defenisi yang dikemukakan oleh Frank E. Bird Jr. kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki, dapat mengakibatkan kerugian jiwa serta kerusakan harta benda dan biasanya terjadi sebagai akibat dari adanya kontak dengan sumber energi yang melebihi ambang batas atau struktur.
- Kecelakaan kerja (accindent) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak di inginkan yang merugikan terhadap manusia, merusakan harta benda atau kerugian proses (Sugandi, 2003)
- Word Health Organization (WHO) mendefinisikan kecelakaan sebagai suatu kejadian yang tidak dapat dipersiapkan penanggulangan sebelumnya, sehingga menghasilkan cidera yang riil
Secara
umum Kecelakaan kerja di bagi menjadi dua golongan.
- Kecelakaan industri (Industrial Accident) yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja karena adanya sumber bahaya atau bahaya kerja.
- Kecelakaan dalam perjalanan (Community Accident) yaitu kecelakaan yang terjadi di luar tempat kerja yang berkaitan dengan adanya hubungan kerja
Beberapa teori tentang
penyebab Kecelakaan Kerja.
Teori kebetulan murni ( pure chance theory) mengatakan bahwa kecelakaan
terjadi atasKehendak Tuhan, secara alami dan kebetulan saja kejadiannya,
sehinggatak adapola yang jelas dalam rangkaian peristiwanya.
Teori Kecenderungan (Accident Prone Theory), teori ini mengatakan pekerja tertentu
lebih sering tertimpa kecelakaan, karena sifat-sifat pribadinya yang memang
cenderung untuk mengalami kecelakaan.
Teori tiga faktor Utama (There Main Factor Theory), mengatakan bahwa penyeba kecelakaan
adalah peralatan, lingkungan kerja, dan pekerja itu sendiri.
Teori Dua Factor (Twa Factor Theory), mengatakan bahwa kecelakaan kerja
disebabkan oleh kondisi berbahaya (unsafe condition) dan perbuatan berbahaya
(unsafe action)
Teori Faktor manusia (human fctor theory), menekankan bahwa pd akhirnya semua
kecelakaan kerja, langsung dan tdk langsung disebabkan kesalahan manusia.
Teori Analisa kecelakaan
dan Penyakit Akibat Kerja
Teori Faktor Manusia
(Human Factor Theory), Teori ini menganggap bahwa semua kejadian kecelakaan
di sebabkan oleh manusia (Humam error). Kesalahan yang dilakukan
berupa :
· Work over loaded. Yang di maksud Work over loaded di
sini adalah penjumlahan tugas yang harus dilaksanakan, lingkungan kerja, faktor
internal (stress, emosi, perilaku)& faktor eksternal (instruksi tidak
jelas, kompensasi)
· Aktifitas yg tidak tepat
(inappropriate activities)
- salah dlm
menilaibesarnya resiko
- tidak ada
training untuk pekerja
· Reaksi yang tidak tepat
(inappropriate respons),
- Sikap mengabaikan
standar keselamatan
- Tidak menggunakan
Alat Pelindung Diri (APD)
- Mengabaikan
petunjuk kerja.
Berdasarkan konsepsi sebab kecelakaan
tersebut diatas, maka ditinjau dari sudut keselamatan kerja unsur-unsur
penyebab kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu :
- Manusia
- Manajemen (Unsur Pengatur)
- Material (Bahan - bahan)
- Mesin (Peralatan)
- Medan (Tempat Kerja/Lingkungan Kerja)
Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu
sistem tersendiri. Ketimpangan pada salah satu atau lebih unsur tersebut akan
menimbulkan kecelakaan / kerugian. Berikut contoh bentuk-bentuk ketimpangan
unsur 5M tersebut.
Unsur
Manusia, antara lain :
» Tidak adanya unsur keharmonisan antar tenaga kerja maupun
dengan pimpinan.
» Kurangya pengetahuan / keterampilan.
» ketidakmampuan fisik / mental.
» Kurangnya motivasi.
Unsur
Manajemen, antara lain :
» Kurang pengawasan.
» Struktur organisasi yang tidak jelas
dan kurang tepat.
» Kesalahan prosedur operasi.
» Kesalahan pembinaan pekerja.
Unsur
Material, antara lain :
» Adanya bahan beracun / mudah
terbakar.
» Adanya bahan yang mengandung
korosif.
Unsur Mesin, antara lain
:
» Cacat pada waktu proses pembuatan.
» Kerusakan karena pengolahan.
» Kesalahan perencanaan
Unsur
Medan, antara lain :
» Penerangan tidak tepat ( silau atau
gelap ).
» Ventilasi buruk dan housekeeping
yang jelek.
PENCEGAHAN KECELAKAAN
Tujuan Umum K3 sesuai gdn UU No.1 th 1970 adalah :
- Melindungi tenaga kerja di tempat kerja agar selalu terjamin keselamatan dan kesehatannya sehingga dpt diwujudkan peningkatan produksi dan produktifitas kerja.
- Melindungi setiap orang lain yg berada di tempat kerja yg selalu dlm keadaan selamat dan sehat
- Melinduungi bahan dan peralatan produksi agar di capai secara aman dan efisien.
Berdasarkan
uraian diatas, maka kecelakaan terjadi karena adanya ketimpangan dalam unsur
5M, yang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yang saling terkait,
yaitu :
- Manusia
- Perangkat Keras
- Perangkat Lunak
Oleh
karena itu dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kecelakaan adalah
dengan pendekatan kepada ketiga unsur kelompok tersebut, yaitu :
3. Pendekatan
terhadap kelemahan pada perangkat lunak, harus melibatkan seluruh level
manajemen, antara lain :
a. Penyebaran,
pelaksanaan dan pengawasan dari safety policy.
b. Penentuan
struktur pelimpahan wewenang dan pembagian tanggung jawab.
c. Penentuan
pelaksanaan pengawasan, melaksanakan dan mengawasi sistem/prosedur kerja yang
benar.
d. Pembuatan
sistem pengendalian bahaya.
e. Perencanaan
sistem pemeliharaan, penempatan dan pembinaan pekerja yang terpadu.
f. Penggunaan
standard/code yang dapat diandalkan.
g. Pembuatan sistem
pemantauan untuk mengetahui ketimpangan yang ada.
2. Pendekatan
terhadap kelemahan pada perangkat keras, antara lain :
a. Perancangan,
pembangunan, pengendalian, modifikasi, peralatan kilang, mesin-mesin harus
memperhitungkan keselamatan kerja.
b. Pengelolaan
penimbunan, pengeluaran, penyaluran, pengangkutan, penyusunan, penyimpanan dan
penggunaan bahan produksi secara tepat sesuai dengan standar keselamatan kerja
yang berlaku.
c. Pemeliharaan
tempat kerja tetap bersih dan aman untuk pekerja.
d. Pembuangan
sisa produksi dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan.
e. Perencanaan
lingkungan kerja sesuai dengan kemampuan manusia.
1. Pendekatan
terhadap kelemahan pada unsur manusia, antara lain :
a. Pemilihan /
penempatan pegawai secara tepat agar diperoleh keserasian antara bakat dan
kemampuan fisik pekerja dengan tugasnya.
b. Pembinaan
pengetahuan dan keterampilan melalui training yang relevan dengan pekerjaannya.
c. Pembinaan
motivasi agar tenaga kerja bersikap dan bertndak sesuai dengan keperluan
perusahaan.
d. Pengarahan
penyaluran instruksi dan informasi yang lengkap dan jelas.
e. Pengawasan dan
disiplin yang wajar.
Pengenalan potensi
bahaya di tempat kerja merupakan dasar untuk mengetahui pengaruhnya
terhadap tenaga kerja, serta dapat dipergunakan untuk mengadakan upaya-upaya
pengendalian dalam rangka pencegahan penyakit akibat kerja yagmungkin terjadi.
Secara umum, potensi bahaya lingkungan kerja dapat berasal atau bersumbe
Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi
akibat sebuah proses
yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.
Kesehatan
adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU No:23 Th 1992::Kesehatan).
Kecelakaan
kerja adalah kecelakaan
yang terjadi berhubung dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul
karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan
berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan
yang biasa atau wajar dilalui. (UU No3 Th 1992 :Jamsostek)
Keselamatan kerja
adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan
& proses pengolahannya, landasan tempat kerja & lingkungannya serta
cara-cara melakukan pekerjaan.
Jenis Jenis Mesin Perkakas/Produksi
Mesin-mesin perkakas berikut ini merupakan mesin yang
biasanya digunakan pada Perbengkelan,
Industri, sekolah menengah kejuruan (SMK) Mahasiswa Teknik Mesin dan kalangan umum.
Mesin-mesin produksi/perkakas ini digunakan untuk memproduksi dan mempabrikasi suatu jenis
barang baru. Umumnya benda kerja yang dikerjakan ialah baja dan logam lainnya.
Berikut beberapa mesin produksi/perkakas yang umum digunakan di Industri,Perbengkelan, Sekolah
dan Universitas.
1. Mesin Bubut
Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang umumnya digunakan untuk memotong benda
yang berputar, membuat lubang, dsb.
Proses pembubutan/pemakanan dilakukan dengan memutar benda kerja dan kemudian dikenakan
pada pahat sehingga terjadi penyayatan. Mesin bubut terdiri dari berbagai ukuran, bentuk dan
kapasitas mesin.
2. Mesin Frais (Milling Machine)
Industri, sekolah menengah kejuruan (SMK) Mahasiswa Teknik Mesin dan kalangan umum.
Mesin-mesin produksi/perkakas ini digunakan untuk memproduksi dan mempabrikasi suatu jenis
barang baru. Umumnya benda kerja yang dikerjakan ialah baja dan logam lainnya.
Berikut beberapa mesin produksi/perkakas yang umum digunakan di Industri,Perbengkelan, Sekolah
dan Universitas.
1. Mesin Bubut
Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang umumnya digunakan untuk memotong benda
yang berputar, membuat lubang, dsb.
Proses pembubutan/pemakanan dilakukan dengan memutar benda kerja dan kemudian dikenakan
pada pahat sehingga terjadi penyayatan. Mesin bubut terdiri dari berbagai ukuran, bentuk dan
kapasitas mesin.
2. Mesin Frais (Milling Machine)
Mesin frais merupakan mesin perkakas yang
memiliki banyak fungsi diantaranya untuk meratakan
permukaan, pengeboran, membuat alur, membuat siku, dsb. Ini diakibatkan mesin frais memiliki
banyak jenis pisau/cutter sesuai dengan benda yang dikerjakan.
Umumnya mesin frais terdiri dari mesin faris Horizontal, Vertikal dan Universal dan setiap jenis mesin
ini memiliki jenisnya lagi.
permukaan, pengeboran, membuat alur, membuat siku, dsb. Ini diakibatkan mesin frais memiliki
banyak jenis pisau/cutter sesuai dengan benda yang dikerjakan.
Umumnya mesin frais terdiri dari mesin faris Horizontal, Vertikal dan Universal dan setiap jenis mesin
ini memiliki jenisnya lagi.
3. Mesin Sekrap
Mesin sekrap merupakan mesin perkakas yang
digunakan untuk meratakan suatu permukaan,
membuat alur dengan menyayatkan pisau/pahat sekrap pada permukaan benda kerja.
Proses kerjanya ialah dengan mengikatkan benda kerja pada pada plat penjepit kemudian pisau
akan bergerak maju-mundur menyayat benda kerja.
membuat alur dengan menyayatkan pisau/pahat sekrap pada permukaan benda kerja.
Proses kerjanya ialah dengan mengikatkan benda kerja pada pada plat penjepit kemudian pisau
akan bergerak maju-mundur menyayat benda kerja.
4. Mesin Bor
Mesin bor merupakan mesin perkakas yang
berfungsi membuat suatu lubang dan memperbesar
lubang. Mesin bor umunya terdiri dari mesin bor meja, bor lantai, bor radial, bor kordinat dan
bor tangan.
lubang. Mesin bor umunya terdiri dari mesin bor meja, bor lantai, bor radial, bor kordinat dan
bor tangan.
5. CNC
Computer Numeral Control (CNC) merupakan mesin
perkakas dengan sistem otomasi yang
dioperasikan menggunakan program komputer yang telah disimpan di media penyimpanan(komputer)
dioperasikan menggunakan program komputer yang telah disimpan di media penyimpanan(komputer)
6. Mesin Gerinda
Mesin gerinda merupakan mesin perkakas yang umumnya digunakan untuk meratakan, mengasah
(pisau/mata bor, pahat dsb.) menajamkan dan memotong benda kerja. Mesin gerinda umumnya
terdiri dari berbagai jenis dan ukuran diantaranya gerinda potong, gerinda tangan, gerinda pahat dll.
7. Mesin Gergaji
Mesin gergaji merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda kerja, umumnya
benda kerja yang dipotong adalah benda kerja yang cukup besar yang membutuhkan tenaga besar.
Mesin gergaji terdiri dari berbagai jenis dan ukuran tergantung kebutuhan.
8. Mesin
Potong
Mesin potong merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk memotong plat-palat baja.
Umumnya plat yang dapat dipotong adalah plat dengan ketebalan 1-5mm namun mesin potong
yang besar mampu memotong plat 1-20mm atau lebih tergantung ukuran mesin dan kemampuannya.
9. Mesin Lipat Plat
Mesin lipat merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk melipat (menekuk) plat-plat baja
dengan sudut-sudut tertentu. Mesin ini sebenarnya hanya menggunakan tenaga manusia untuk
melipat plat-plat baja dengan menarik tuas-tuas(handle).
10. Mesin Press
Mesin press merupakan mesin
perkakas yang berfungsi untuk pengepresaan(menekan) bagian
plat, bearing, AS yang tidak rata
menjadi rata. Mesin press juga digunakan untuk memadatkan
suatu tumpukan. Mesin press terdiri dari berbagai jenis dan ukuran tergantung bahan apa yang
akan di press.
suatu tumpukan. Mesin press terdiri dari berbagai jenis dan ukuran tergantung bahan apa yang
akan di press.
11. Mesin Las
Mesin las banyak digunakan pada
perbengkelan khususnya bengkel las, mesin las umumnya
digunakan untuk menyambung logam, memotong logam dsb. Mesin las terdiri dari berbagai
jenis antara lain las listrik, las karbit, las astelin, las titik, las potong dll.
digunakan untuk menyambung logam, memotong logam dsb. Mesin las terdiri dari berbagai
jenis antara lain las listrik, las karbit, las astelin, las titik, las potong dll.
BAHAYA PENGELASAN SECARA UMUM DAN PENGENDALIANNYA
BAHAYA
PENGELASAN SECARA UMUM
DAN
PENGENDALIANNYA
Bahaya
pengelasan dapat terjadi dalam berbagai situasi yang mungkin berbeda. Menurut
CAN/ CSA W 117.2-M87 Safety in Welding, Cutting, and Allied Processes bahaya
secara umum dapat dibedakan berdasarkan proses pengelasannya. Namun secara umum
bahaya dapat dibedakan menjadi bahaya karena sifat pekerjaannya seperti operasi
mesin, shok karena listrik, api/ panas (terbakar), radiasi busur las, fume,
bising juga karena kendaraan/ alat angkat serta gerakan material. Disamping itu
masih terdapat bahaya yang bersifat laten (tersembunyi), yang secara umum
kurang menjadi perhatian juru las walaupun sebenarnya merupakan bahaya yang
cukup potensial, sebagai contoh :
-
Bekerja dengan menggunakan alat yang tidak biasa dipergunakan atau bukan
menjadi tanggung jawabnya.
-
Bekerja pada lingkungan yang terbatas (ruang tertutup, tangki, dll)
-
Koneksi listrik atau gas yang kurang baik,
-
Logam panas tanpa tanda, dll
Salam kenal. Terimakasih sudah berbagi ilmu mengenai tujuan k3 . di era sekarang ilmu ini semakin besar manfaatnya. thanks
BalasHapustulisan yang sangat bagus dan bermanfaat untuk saya, terimakasih gan :)
BalasHapuswww.sepatusafetyonline.com